Monday, May 24, 2010

~ Tembok Ya'juj & Ma'juj



Firman Allah SWT:

"Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya". Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka". Berkata Zulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami". Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Zulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi" Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu". Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Zulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar"." (QS. Al-Kahfi: 85-98)


Mereka berkata; "Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerosakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (QS. Al-Kahfi: 94)


"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (QS. Al-Anbiya: 96)


Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari kiamat), maka tiba-tiba terbeliak mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); "Aduhai celakanya kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim."


Mengenai Ya'juj dan Ma'juj dalam Hadith, dari Zainab Binti Jahsh- isteri Nabi SAW berkata: "Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda, "Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat, pada hari kiamat, (iaitu) Telah dibukanya penutup Ya'juj dan Ma'juj seperti ini! "beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat yang lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya, "Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang soleh?" Baginda menjawab, "Ya, Jika banyak kejelekan." (HR. Ahmad, Al- Bukhari dan Muslim)


Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari 'Ajaja An-nar' ertinya jilatan api. Atau dari Al-Ajjah (bercampur/sangat panas), Al-Ajju (segera bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan 'Maf'ul dan Yaf'ul/Fa'ul'. Menurut Abu Hatim, Ma'juj berasal dari 'Maja' iaitu kekacauan. Ma'juj berasal dari 'Mu'juj' iaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang sahih, Ya'juj dan Ma'juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim 'Ajam dan Laqab' (gelaran). Para ulama sepakat, bahawa Ya'juj dan Ma'juj termasuk spesies manusia.


Mereka berbeza dalam menentukan siapa nenek moyang. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis At-Turk menurut hadis Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya'juj dan Ma'juj berasal dari satu ayah iaitu Turk, Ya'juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma'juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin. Mereka dikenali sebagai Genghis Khan (bermaksud Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menakluki China Timur. Ditakluki oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. "Batu" anak saudaranya menukar dengan negara-negara Rusia pada tahun 723 H dan menghancurkan Babylon dan Hungary. Kemudian digantikan jaluk dan dijajah Rom dengan menggantikan anak saudaranya Manju, digantikan saudaranya Kilay yang menakluki China.


Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Baghdad pada masa daulah Abasiah ketika dipimpin Khalifah Al-Mu'tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H. Ya'juj dan Ma'juj adalah kaum yang banyak keturunannya. Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berbadan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar. Menurut QS. Al-Kahfi: 94, Ya'juj dan Ma'juj adalah kaum yang kasar dan biadab.


Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalang dan merosakkan atau apabila perlu membunuh penduduk. Kiranya, ketika Zulkarnain datang, mereka meminta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembusi dan mengusik ketenangan penduduk. Siapakah Dzulkarnain? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Greek). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristotle. Memerangi Parsi dan berkahwin dengan puterinya. Mengadakan pengembangan ke India dan menakluki Mesir.


Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sukar diterima, kerana hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; "Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu." Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah gelaran Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM - 552 M). Kerajaannya dipanggil At-Tababi'ah. Digelar Zulkarnain (Pemilik dua tanduk), kerana kekuasaannya yang sangat luas, bermula hujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang soleh. Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membina benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai "Babul Hadid" (Pintu Besi) berhampiran Tarmidz. Timurleng pernah melaluinya, juga Shah Rukh dan saintis German Slade Verger. Arkeolog Sepanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutuskan oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. "Babul Hadid" adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.


Benarkah Tembok Besar Cina adalah tembok yang dibina Zulkarnain? Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al-Kahfi. Dan yang disebut Ya'juj dan Ma'juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al-Kahfi ayat 95-98 tentang itu.


Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk tempatan untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak boleh dipanjat.


Ada tiga perkara yang berbeza antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, Tembok China diperbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibina secara berperingkat selama beratus-ratus tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al-Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di tempat terbit matahari (sebelah timur), Allah berfirman, "Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka." Ertinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahawa tembok China bukan yang dimaksud dalam surat Al-Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?


Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Quran menulis bahawa di daerah Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Hampir di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah Bab Al-Hadid. Orang Parsi menyebutnya Dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya Tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.


Hiouen Tsiang, seorang pengembara China pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India pada abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Pada tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan medan besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al-Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggeris, mengenali gerbang besi itu.


Apa pun tentang kewujudan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat kuat. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu dinyatakan pada peta-peta Islam mahupun Russia, terletak di republik Georgia.


Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui daripada kajian yang dilakukan Sallam, kakitangan penyelidik pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibina Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya'juj-Ma'juj terbuka. Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq mengarahkan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Kajian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.


Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke kawasan-kawasan Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak diketahui sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya'juj-Ma'juj.


27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan berkata kepada Sallam bahawa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya'juj-Ma'juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya'juj-Ma'juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya'juj-Ma'juj. Di situ dia melihat pegunungan yang berasingan lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.


Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (anda yang ingin tahu bentuk detailnya, sila baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).


Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pergunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengar reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahawa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya'juj-Ma'juj itu.


Ya'juj-Ma'juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-bangsa lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadu kelakuan suku Ya'juj dan Ma'juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pergunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.


Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan terbuka. Mereka keluar dan membuat onar dunia, hingga turunnya Nabi Isa al-Masih.


Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahawa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pergunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya'juj-Ma'juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu bandar Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di surra Man Ra'a, Iraq. Beliau kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.


Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah, pergunungan Ya'juj-Ma'juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari China. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut China adalah daerah-daerah Rusia.


Sumber: http://artikelmenarik.wordpress.com

No comments:

Post a Comment